Permulaan Perang Suriah
Dunia,  Perang

Permulaan Perang Suriah Berlarut-larut Hinggga Sekarang

Permulaan perang Suriah terpicu oleh ulah para pemberontak melawan pemimpin tertingginya sendiri, yaitu sang presiden Bashar al-Assad sekitaran 2013 lalu. Dari awalnya berupa aksi damai, siapa mengira berlanjut pecahnya peperangan dari pihak sipil berkekuatan penuh sehingga 350.000 jiwa ludes melayang.

‘Berterima kasih’ kepada perang berkepanjangan, sehingga 12 juta kepala berkewarganegaraan asli Suriah mesti angkat kaki dari wilayahnya sendiri. Pengekangan kebebasan semakin kisruh dengan hancurnya perekonomian sehingga pemerintah pusat menyalahkan para pendemo lalu menyerang secara brutal sebagai pelampiasan.

Permulaan Perang Suriah Berlarut-larut Hinggga Sekarang

Insiden Musim Semi Arab berikhtiar akan bangkitnya bangsa Arab dari perbudakan menurut pandangan mereka, berhasil melengserkan pemimpin Tunisia serta Mesir. Melihat kesuksesan tersebut, simpatisan aktif dari Suriah tergerak untuk ikut memperjuangkan kebebasannya sendiri hendak mengulang keberhasilan serupa.

Sontak ‘aksi damai’ pro pembebasan Suriah membuat presiden naik pitam, lalu menawan 15 bocah lelaki serta menyiksanya dengan kejam. Tindakan itu ia lakukan karena menduga seluruh anak berstatus tahanan tersebut terang-terangan mendukung Musim Semi Arab dan tewaslah korban pertama.

Seakan belum puas menumpahkan darah, beliau dengan bengis semakin menjadi-jadi melaksanakan pembunuhan massal kepada ratusan pendemo. Semakin kencang protesnya, maka kali itu juga ia langsung merespon lebih kejam lagi.

Permulaan Perang Suriah Semakin Panjang Karena Melibatkan Sekutu

Campur tangan pihak asing dari luar Suriah menambah keruh suasana mencekam akibat peperangan penuh darah di tanah air mereka. Pemerintah Rusia berpartisipasi secara aktif ke kondisi permulaan perang Suriah dan menyatakan dukungannya kepada pemimpin berwenang yaitu presiden Assad.

Seakan tidak mau ketinggalan, sudah bisa kita tebak bahwa musuh bebuyutan Rusia yaitu Amerika Serikat turut bergabung serta dalam kerusuhan. Jelas sekali bahwa negara paman Sam ingin menyeimbangkan kekuatan dengan memberi bantuan suplai ke pihak pemberontak oposisi pemerintah Suriah.

Permulaan Perang Suriah Semakin Panjang Karena Melibatkan Sekutu

Setali tiga uang dengan kerabatnya, Israel pun ikutan menyerang lewat udara tepat sasaran ke pusat pemerintahan Suriah, lengkap sudah personilnya. Ia berada pada sisi Amerika Serikat yang mana mereka ingin mengatur kondisi damai seakan mereka berperan sebagai malaikatnya.

Terang saja pasukan militer Suriah kebakaran jenggot menandakan tidak terima pihak asing mengacak-acak bumi pertiwi kebanggaan mereka. Februari 2018, barisan pertahanan AU Suriah melumpuhkan pesawat tempur Israel langsung di udara hingga hancur luluh lantak tak bersisa.

Alasan Negara Tetangga Tertarik Ikut Campur Urusan Suriah

Bagi Vladimir Putin, keselamatan nyawa presiden Assad merupakan prioritas tertinggi saat ini demi kelancaran aspirasinya terhadap Suriah. Berdalih awalnya hanya ingin membantu memberantas kelompok teroris ISIS, nyatanya Rusia mengadakan serbuan langsung ke komunitas pemberontak pemerintahan.

Presiden Assad sempat terpojok pada permulaan perang Suriah, namun perlahan posisinya menguat berkat bala bantuan Rusia sehingga bisa balik melawan. Terdapat begitu luas daerah jajahan berhasil ia rebut kembali dari tangan pendemo, kesemuanya hasil jasa dan tindakan ‘komitmen persahabatan’ mereka.

Permulaan Perang Suriah Alasan Negara Tetangga Tertarik Ikut Campur Urusan Suriah

Sementara itu, Amerika Serikat datang layaknya pahlawan kesiangan berusaha menarik simpati komunitas pemberontak dengan memberikan pembelaan.  Mereka mengecam tindakan presiden Assad karena menurutnya beliau punya andil besar menyebarkan kebengisan mengancam Hak Asasi Manusia berdasarkan aturan PBB.

Donald Trump terkenal dengan sifat paranoid dan tindakan sembrono persis rakyat jelata kurang mengenyam pendidikan tinggi sehingga cenderung barbar. Spontan ia mengizinkan peluncuran rudal tepat menghujam pusat kekuatan pemerintahan Suriah dengan alibi memborbardir laboratorium senjata kimia oleh pihak berwenang.

Dari berjuta-juta pengungsi dadakan asal Suriah, sepuluh persen di antaranya memohon perlindungan kepada aliansi negara Eropa, menambah rumit masalah. Entah sampai kapankah kemelut perang saudara ini akan terus berlanjut bagaikan panjangnya sinetron Cinta Fitri tiada habisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *