Pemimpin Perang Paling Buruk Sepanjang Sejarah
Dunia,  Sejarah

Pemimpin Perang Paling Buruk Sepanjang Sejarah

Pemimpin Perang Paling Buruk dan Sebagai penentu keputusan dalam berperang, Seperti contohnya adalah kalian adalah orang yang bermain di salah satu kesempatan di agen judi bandarqq online dan juga bandar qq Terpercaya harus menjadi penentu keputusan ketika anda ingin mendapatkan kemenangan.

Seorang panglima seharusnya memiliki prinsip dan standar tersendiri. Jauh berabad-abad yang lampau, hampir di seluruh belahan bumi banyak sekali terjadi peperangan. Alasan apapun yang membenarkan perang tetaplah sulit diterima dari sudut pandang moral dan kemanusiaan. Ironisnya, meskipun berat namun harus tetap diakui bahwa frekuensi perang yang cukup masif telah mampu menjadi pendorong majunya peradaban manusia.

Sebuah peristiwa perang memiliki agenda tersembunyi yang berhubungan dengan dunia perpolitikan. Sekalipun membawa prestasi dalam pertarungan, seorang pemimpin perang akan dianggap gagal apabila tujuan politiki yang diinginkan tidak terpenuhi. Keadaan akan semakin buruk apabila perang diakhiri dengan kerugian berupa banyaknya personil tewas.

Tokoh Pemimpin Perang Paling Buruk Sepanjang Sejarah

Seorang panglima perang dikatakan sangat baik jika berhasil memenangkan perang dengan mengorbankan sesedikit mungkin nyawa prajuritnya. Kita bisa mengikuti sejarah dari pemimpin hebat yang melegenda seperti Sun Tzu atau Kaisar Agustus. Tapi tahukah anda, beberapa pemimpin di bawah ini bukanlah contoh teladan yang layak bahkan terlalu parah. Siapa saja mereka? Mari kita simak bersama-sama berikut ini:

  1. William Westmoreland

William Westmoreland

Negara adidaya Amerika Serikat pernah mengalami pengalaman pahit tatkala insiden perang Vietnam. Kekalahan telak yang mereka dapat adalah berkat ulah seorang jenderal perang bernama William Westmoreland. Sosok ini pernah mewakili AS ketika perang dunia ke 2 dan juga perang di semenanjung Korea.

William Westmoreland pernah bertugas menjadi komandan dalam tubuh militer AS sampai 4 tahun lamanya. Saat itu adalah periode terjadinya perang Vietnam dari 1964 ke 1968. Kesalahan yang ia buat begitu fatal sampai dicap aib memalukan bagi pemerintah AS. Hasil akhirnya dimenangkan oleh Vietnam dan berhenti pada 1974.

Sang Komandan mempunyai pemikiran bahwa jika ia mengulur waktu hingga jumlah pasukan dan sumber daya Vietnam habis, maka akan kehilangan semangat tempur. Dengan demikian, diharapkan mereka mau menyerah dengan sendirinya dan bisa ditaklukan. Westmoreland juga terlalu angkuh karena menganggap perlengkapan militer AS jauh lebih superior dan muktahir.

Perhitungan Westmoreland jelas telah keliru. Nyatanya, tentara Vietnam sama sekali tidak melunak malah semakin berapi-api menghadapi setiap pertempuran. Saking putus asanya, William Westmoreland membuang hati nurani nya dengan mengajukan penggunaan bom nuklir kepada pemerintah AS. Parlemen Amerika Serikat dengan tegas menolak strategi tersebut karena dapat mencoreng reputasi baik yang sudah dijaga sedemikian rupa.

  1. Antonio Lopez de Santa Anna

Antonio Lopez de Santa Anna

Antonio Lopez terkenal dengan sebutan Napoleon Dari Barat karena terdapat kesamaan dalam kisah mereka. Seluruh prestasi yang telah ditorehkan oleh nya habis dalam sekejap hanya karena satu peperangan yang kacau balau.

Awalnya beliau dianggap sebagai pahlawan bagi Meksiko karena telah berusaha keras melawan AS yang hendak merebut wilayah Texas. Pertempuran Alamo yang digelar pada 1836 berhasil dimenangkan olehnya secara kasat mata. Namun harga yang harus dibayar terlalu mahal bahkan jauh dari kata sepadan. Jumlah prajurit Meksiko yang wafat dalam pertempuran sangatlah besar dan tidak sebanding dengan perjuangan yang dijalani.

Yang lebih tragis lagi, kepemimpinan Jenderal Sam Houston di pihak musuh telah berhasil menguras isi pelabuhan Meksiko di dekat teluk. Sejumlah besar persenjataan dan gudang peluru pun ludes disikat olehnya dari Pemimpin Perang Paling Buruk.

Insiden perang San Jacinto pada bulan April 1836 merupakan pil pahit yang harus ditelan bagi Antonio Lopez. Meskipun jumlah pasukan jauh lebih banyak, toh pada akhirnya ia harus menerima kekalahan memalukan. Hasil ini mengakibatkan Texas harus rela diambil AS secara resmi.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula merupakan peribahasa yang tepat untuk nasib Antonio Lopez. Di tahun 1838 ia sekali lagi harus berlapang dada atas kekalahan dari pasukan Perancis. Bahkan ia harus merelakan satu kakinya yang hilang.

  1. Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Pada kisah berikut ini, kita dari srabcoalition akan menyimak kisah seusungguhnya dari Napoleon Bonaparte. Kekalahan tanpa henti bertubi-tubi membuatnya dimasukkan ke dalam pembuangan. Gelar kaisar Perancis sama sekali tidak membantu memperbaiki reputasinya yang kadung terlanjur hancur lebur. Sempat ada beberapa kali pertempuran yang dimenangkan dari Britania Raya serta Rusia. Di akhir cerita, tetap saja Sang Kaisar harus tunduk an takluk pada musuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *